DYAH AULIA RACHMA ARUMDAFTA 07
Tentang Bunga
Judul Buku: Le Petit Prince, Pangeran Cilik
Nama Penulis: Antoine De Saint-Exupery
Penerbit Buku: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit Buku: 2015
Tebal Halaman: 120 Halaman
ISBN: 9786020323411
BAB ke VII dari buku berjudul Le
Petit Prince mengisahkan tentang hari kelima pangeran cilik tinggal di bumi.
Selama beberapa hari yang lalu, ia mendapatkan domba yang dia inginkan, di hari
kelima ini pangeran cilik sibuk bertanya kepada tokoh aku bahwa apakah domba makan
bunga yang memiliki duri juga? Pilot menjawab bahwa domba memakan apa saja yang
ada dalam jangkauan mereka.
Pangeran
kecil, kecewa, bertanya untuk apa duri jika domba tetap memakannya. Karena
kesal akan pertanyaan yang tidak berhenti, tokoh aku menjawab bahwa duri tidak ada
gunanya sama sekali, hanya sifat jahat bunga saja untuk menyakiti suatu
makhluk.
Pangeran
kecil tersinggung dengan gagasan yang diberikan tokoh aku dan membela bunga
sebagai makhluk lemah yang secara naif meyakinkan dirinya sendiri bahwa duri
mereka adalah senjata yang mengerikan. Tokoh aku yang kesal lalu membentak
pangeran kecil dan berucap bahwa ia sedang sibuk dengan hal-hal serius sehingga
ia tidak bisa menanggapi pangeran cilik.
Pangeran
cilik seolah terkejut dengan perkataan “hal serius”. Sedetik kemudian ia menjadi
kesal dan menuduh tokoh aku dangkal seperti orang dewasa, yang tidak bisa
mengenali pentingnya persahabatan. Pangeran cilik berpidato tentang bunganya
yang malang, yang dianggap tidak penting oleh orang-orang. Bahwasanya bila
seseorang mencintai bunga yang hanya tumbuh setangkai saja di sekian jutaan
bintang, lalu jika domba memakan bunganya dan orang itu seakan-akan merasakan
bahwa semua bintang tiba-tiba padam, apakah hal itu tidak penting?
Pangeran Cilik menangis, Tokoh aku lalu menghibur dan menimang Pangeran Cilik. Ia menghibur Pangeran Cilik dengan mengatakan bahwa bunga tersebut tidak dalam bahaya, dan ia berjanji akan menggambarkan baju besi untuk bunga Pangeran Cilik dan melindungi bunga tersebut.
Pada
bab VII Pangeran kecil memberi tahu pilot lebih banyak tentang bunganya, mawar.
Mawar tersebut muncul suatu hari di planetnya sebagai semak-semak dan
membutuhkan banyak waktu untuk tumbuh, lalu ia tiba-tiba mekar pada suatu pagi
dengan matahari. Pangeran kecil terpesona oleh kecantikan mawar tersebut dan
merawatnya, tetapi kesombongan bunga tersebut membuatnya menjadi tanaman yang
sulit untuk dirawat. Dia meminta layar dan bola kaca untuk melindunginya di
malam hari, mawar tersebut mulai menjelaskan tentang dari mana dia berasal,
iklimnya lebih hangat — sebelum menyadari bahwa apa yang mawar tersebut katakan
adalah kebohongan yang jelas, karena dia datang dalam bentuk benih dan tidak
bisa tahu apa-apa tentang planet lain. Pangeran kecil mulai meragukannya dan
menjadi tidak bahagia. Namun, dia akhirnya mengetahui bahwa tidak semua yang mawar
itu katakan adalah benar, hal tersebut sangat mengganggu Pangeran Cilik karena
dia menganggap kebenaran atau kejujuran itu sesuatu yang penting.
Pangeran
Cilik mengaku kepada pilot bahwa dia tidak mengerti apa-apa saat itu dan
seharusnya tidak lari darinya. Pangeran kecil berkata bahwa dia terlalu muda
untuk tahu bagaimana mencintai mawarnya. Lalu, Pangeran Cilik akan menyadari
bahwa kebenaran atau kejujuran itu belum tentu penting dan bahwa waktu yang dia
habiskan bersama mawarnya, serta perhatian yang dia rasakan terhadap mawarnya,
lebih penting daripada kebohongan mawar tersebut. Juga, dia menyebutkan bahwa
dia terlalu muda pada saat itu untuk menghargainya.
Pada bab ke IX, Pangeran Cilik memanfaatkan migrasi sekawanan burung liar untuk meninggalkan planetnya. Sebelum dia pergi, dia membersihkan tiga gunung berapi di planetnya, mencabut pucuk baobab terakhir, dan menyirami mawarnya. Pangeran Cilik merasa sedih, dia merasa bahwa dia tidak akan pernah kembali. Saat Pangeran Cilik akan meletakkan bola kaca di atas mawarnya, mawar tersebut mengucapkan selamat tinggal, dan dia meminta maaf, mengakui bahwa dia bodoh dan dia menyayangi Pangeran Cilik. Mawar tersebut mengatakan kepada Pangeran Cilik untuk tidak menutupinya dengan bola kaca, karena udara sejuk baik untuknya, dan dia juga dapat melindungi dirinya sendiri dengan empat duri yang ia punya.
Pangeran
Cilik berhasil mendatangi enam planet dimana ia bertemu dengan enam penghuni
orang dewasa yang menurutnya melakukan hal-hal aneh dan bodoh. Mereka adalah
Sang Raja, Si orang Sombong, si pemabuk, si pengusaha, seorang penyulut lentera,
dan ahli ilmu bumi. Masing-masing pertemuan tadi menggambarkan absurditas orang
dewasa yang umum kita jumpai sehari hari.
Atas
saran sang ahli bumi, pergilah si Pangeran Cilik ke planet ke-tujuh, yaitu Bumi.
Pangeran Cilik bertemu dengan sekuntum bunga berkelopak tiga dan bertanya di
mana manusia-manusia tinggal. Bunga, yang hanya sekali melihat karavan lewat,
menjawab bahwa dia percaya hanya ada enam atau tujuh orang atau makhluk hidup
yang ada di tempat itu dan bahwa mereka adalah makhluk tanpa akar, yang membuat
hidup mereka menjadi susah.
Pangeran
Cilik kemudian mendaki gunung yang tinggi, percaya bahwa dia akan dapat melihat
seluruh planet dari ketinggian tersebut. Sebaliknya, dia hanya bisa melihat
puncak batu, yang menjawabnya dengan gema saat dia mencoba berbicara. Pangeran
Cilik bingung dengan planet yang menurutnya keras dan tidak ramah, dengan
penduduk yang hanya mengulangi apa yang dikatakan kepada mereka. Dia lalu mengingat
mawarnya, yang selalu menjadi yang pertama berbicara.
Setelah
berjalan cukup lama, pangeran cilik lalu menemukan jalan menuju hamparan bunga
mawar. Pangeran cilik sangat tersinggung mengetahui bahwa mawarnya telah berbohong
kepadanya ketika dia mengatakan bahwa dia unik di seluruh alam semesta.
Pangeran cilik lalu melihat dirinya dan menyadari bahwa dia hanya pangeran di sebuah
planet yang memiliki tiga gunung berapi kecil dan sebuah mawar biasa dan
menyadari bahwa dia sama sekali bukan pangeran yang hebat. Dia berbaring di
rerumputan dan mulai menangis.
Eksplorasi si Pangeran Cilik telah membuka pikirannya yang membawanya pada kesimpulan bahwa dia dan mawarnya tidak begitu istimewa atau unik. Dia berpikir bahwa keunikan mereka berasal dari tidak adanya yang lain seperti mereka, tapi sekarang, menyadari bahwa hal tersebut tidak benar, pangeran cilik menjadi sedih.
buku yang berjudul Le Petit Prince, Pangeran Cilik adalah buku yang menceritakan mengenai pangeran cilik yang yang baru datang ke bumi. pada bab VII menceritakan hari kelima pangeran cilik di bumi. menceritakan bahwa pangeran cilik mulai tertarik dan ingin mengetahui mengenai bunga.pangeran cilik pun mulai tertarik dengan bunga mawar dengan duri di tangkainya. Dari bunga mawar tersebut, ia dapat belajar mengenai banyak hal, termasuk kejujuran dan kebohongan.
BalasHapuskemudian pada bab IX menceritakan pangeran cilik yang memutuskan untuk berpindah planet atas saran ahli bumi. sesampainya di bumi, ia pun bertanya mengenai manusia yang tinggal. pangeran cilik pun mendaki gunung untuk melihat apakah ada manusia. namun hasilnya nihil, ia tidak dapat menemukan apa-apa. kemudian pangeran cilik pun berjalan-jalan dan menemukan hamparan mawar. ia pun menyadari bahwa mawar yang sebelumnya ia temukan bukan hal yang unik. kenyataan tersebut pun menamparnya bahwa ia pun hanya seorang pangeran cilik yang tidak begitu istimewa.
kelebihan dari resensi ini adalah penjelasan yang mendetail dan lugas. dengan penjelasan resensi di atas, kita sebagai pembaca dapat memahami isi buku tanpa harus membaca secara keseluruhan. dengan penjelasan yang lugas, pembaca dapat mengetahui isi buku sebelum memutuskan untuk membelinya. kemudian jarak antar paragraf juga tepat. sehingga, pembaca menjadi nyaman untuk membaca resensi tersebut.
kekurangan dari resensi adalah terdapat beberapa tanda bacaan yang tidak sesuai. sehingga pembaca menjadi sedikit sulit dalam memahami isi resensi. kemudian pada penulisan bab ke IX seharusnya ditulis bab IX, karena menggunakan angka romawi. penulisan kalimat dan tanda bacaan masih terdapat kesalahan dalam resensi.
saran untuk resensi ini adalah memperbaiki tanda bacaan pada resensi. agar pembaca pun dapat memahami isi resensi dengan mudah. kemudian juga dengan memberbaiki tulisan angka romawi pada kalimat, agar tidak ada kesalahan tulisan atau bacaan pada resensi.