LAVELIA VANYA AZALEA 14

Never Land

Judul Buku              : Peter Pan dan Penangkap Bintang 

Nama Penulis          : Dave Barry dan Ridley Pearson


Penerbit Buku          : PT Mizan Pustaka


Tahun Terbit Buku   : 2007


Tebal halaman          : 490 halaman


ISBN                        : 808.838.766





 Novel karya Dave Barry dan Ridley Pearson pada bab “Never Land” ini menyeritakan tentang Peter yang terbangun dari tidurnya di kereta kuda karena, kereta roda roda dari kereta tersebut berderit berayun ayun menempel pada palang yang tidak rata. Bagian di dalam kereta tersebut cukup sesak karena barang yang penuh dan bau yang tidak sedap dari kelima anak lelaki kecil dan seorag lelaki besar.

 Peter merupakan pemimpin dari anak anak tersebut, karena dia lah yang paling tua. Sebenarnya Peter tidak tau setua apa dia, jadi dia menetapkan sendiri umur yang sekiranya cocok dengan dia. Jika Peter berusia sembilan tahun, dan seorang anak lelaki baru tiba ke Panti Asuhan bagi Anak Lelaki Terlantar St. Norbert mengatakan bahwa usianya sepuluh tahun, Peter akan mengatakan bahwa umurnya sebelas tahun. Selain alasan paling tua, alasan Peter bisa meludah jauh juga menjadikan dia sebagai pemimpin yang tak tergoyahkan.

 Tugas Peter sebagai pemimpin adaah salah satunya mengawasi hal hal secara umum. Di hari itu ada kejadiannya yang membuat Peter tidak senang, Peter hanya memberi tahu kepada anak anak bahwa mereka hanya akan berlayar jauh dengan kapal. Sebagaimana Peter tidak menyukai tempat tinggalnya selama tujuh tahun terakhir, ditambah perjalanannya dengan kereta ini yang menempuh waktu cukup lama.

 Ketika hari masih gelap, mereka berangkat dari St. Norbert menaiki kereta. Peter memandang keluar jendela, memejamkan mata, dan melihat sebuah bentuk gelap kapal yang tampak menyeramkan. Bagi Peter, kapal itu mirip monster, dengan duri duri tinggi keluar dari punggungnya. Peter tidak suka bahwa ia akan berjalan ke dalam perut monster itu.

 Peter bertanya tanya kepada Edward Grempkin apakah benar tempat mengerikan itu yan akan mereka tuju, dan dibalas dengan kepalan tangan oleh oarang yang ia tanya. Peter lalu berhasil menghindari kepalan tangan itu. Peter selalu berhati hati dengan kepalang tangan itu, dia berhasil menghindarinya selama tujuh tahun lamanya. 

Edward Grempkin si pemegang komando kedua di Panti Asuhan bagi Anak Lelaki Terlantar St. Norbert, merupakan seorang yang banyak sekali aturan, kebanyakan di antaranya dibuat tepat saat itu juga, semua ditegakkan dengan pukulan kilat yang berserang di telinga. Grempkin tidak terlalu memperhatikan tinjuannya berserang tepat pada telinga siapa, sejauh yang Grempkin ketahui, semua anak lelaki adalah pelanggar aturan.

 Kali ini tinju Grempkin mendarat di telinga seorang anak lelaki yang bernama Thomas, yang setengah tertidur. Ia memekik kesakitan dan disusul dengan ocehan dari Grempkin seorang guru tata bahasa di St. Norbert, karena struktur kalimat yang diucapkan oleh Peter tadi salah. Thomas berusaha membantah tetapi disusul lagi dengan pukulan dari Grempkin yang memiliki aturan ketat dalam hal bantah membantah.

 Peter mulai memikirkan cara untuk kabur, tetapi dia bingung apakah itu mungkin untuk kabur sejauh mungkin dari "tempat jauh". Dalam kondisi apapun, dia tidak melihat sedikit pun ada kesempatan untuk lolos, banyak sekali pelaut dan kuli angkut dimana mana. Banyak juga kereta penumpang dan barang. Di bagian buritan kapal, yang terletak di belakang, beberapa babi dan seekor sapi sedang dituntun naik melewati sebuah pijakan curam, diikuti olah rakyat jelata yang cara berpakainnya mirip dengan Peter dan kawan kawannya. 

 Grempkin menyeringai tetapi tampak tidak menyenangkan. Ia memberitahu kepada anak anak bahwa kapal yang disana merupakan kapal mereka, Never Land. Seorang lelaki bernama Prentiss memastikan kepada Grempkin apakah itu Never Land, dan disusul oleh pukulan dari Grempkin. Prentiss memekik kesakitan.

 Grempkin mengatakan bahwa  Never Land akan menjadi rumah mereka selama lima minggu kedepan, lalu Peter memastikan dengan tidak percaya bahwa apak betul mereka akan tinggak di Never Land selama lima minggu, dan Grempkin pun menjawab dengan jawaban yang membuat mereka bertanya tanya "Jika kalian beruntung".

Yang ada di benak Peter saat itu adalah bagaimana kabur, tidak lebih.Namun semuanya berubah ketika dia bertemu dengan seorang gadis, yang selanjutnya dikenalnya sebagai Molly, yang menatapnya dan mengelengkan kepala seolah tak setuju dengan semua rencananya. Dan tentu saja semua rencana itu dikuburnya dalam dalam ketika melihat Slank, sang Perwira pertama Never Land, memperlakukan seorang kelasi yang berniat sama dengannya. Cambukan dari Little Richard dan kehidupan di kerangkeng selama seminggu.


Kehidupan Peter dan kawan kawan di Never Land ternyata tak jauh lebih buruk dari St. Nobert. Mereka ditempatkan di sebuah ruang yang sempit, suram , tanpa jendel, hanya diterangi oleh sebuah lampu minyak, udara yang tercium adalah bau Ikan busuk. Semua semakin buruk ketika mereka tahu apa yang dihidangkan kepada mereka sebagai makan malam. Tikus, cacing maupun belatung yang ada di dalam panci membuat Peter berpikir keras dan memutuskan untuk menjelajahi bagian lain dari Never Land. 


Penjelajahan Peter membawanya sampai ke sebuah ruangan yang tidak terkunci. Di dalam kegelapan, peter melihat sesuatu yang sangat aneh. Seekor tikus menggantung di udara, bagaikan berenang dan meluncur ke arahnya. Rasa kaget peter semakin besar ketika mengetahui bahwa Molly, berada di ruangan yang sama. Beberapa pertanyaan timbul di dalam benar Peter karenanya. Namun makanan pemberian Molly mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut. Hal itu tak bertahan lama ketika akhirnya suatu malam Peter melihat Molly saling bertukar suara-suara ganjil dengan seekor lumba lumba besar. Molly berbicara dengan Ikan!. Sayangnya sekali lagi tak ada jawaban dari Molly.


Sampai akhirnya semua terungkap ketika Molly mengetahui bahwa ada bajak laut yang mengincar peti yang berisikan Serbuk Bintang dari Ammm, si lumba lumba. Serbuk yang menyebabkan tikus di gudang kapal bisa terbang, yang membuat Alf, salah satu kelasi Never Land, merasakan sensasi yang aneh, dan yang tak kalah mengejutkan peter, serbuk itu terbukti bisa membuat tubuh Molly melayang. Dan serbuk yang akan membawa kekacauan jika jatuh di tangan Yang Lain. Tak ada cerita yang dilewatkan Molly ke Peter. Dari Penangkap Bintang, Yang Lain, semua hal yang bisa timbulkan oleh Serbuk Bintang, Leonard Aster, Kapal Wasp, Raja Zarboff, bahkan sampai ke Black Moustache, bajak laut yang sangat terkenal.


Keadaan semakin di perburuk oleh badai yang membuat gelombang bertambah besar dan mengombang ambingkan Never Land. Keresahan yang dirasakan oleh Molly semakin besar ketika tahu bahwa Wasp yang diketahuinya telah dikuasai oleh Black Moustache semakin mendekat. Bersama Peter dia berusaha menyakinkan Slank akan bahaya yang mengancam. Sayangnya semua kalimat yang keluar dari mulut Molly dianggap mengada-ngada. Di tengah keputusasaannya, akhirnya Molly memutuskan untuk membawa peti keluar dari Never Land dengan meminta bantuan Peter. Sayangnya semua berantakan. Slank memergoki mereka. Dan yang lebih parah lagi Peter dilemparnya keluar Never land ke laut bebas!!!


Molly dan Peti berisi Serbuk bintang akhirnya jatuh ke tangan Slank. Namun semuanya tidak berakhir begitu saja karena kedatangan Black Stache dan kelasinya ke Never Land. Peti pun beralih ke tangan sang bajak laut terkenal. Anehnya, seakan tak betah, peti itu berpindah dari satu tangan ke tangan lain dan akhirnya memilih untuk berpetualang ke laut bebas bersama dengan Never Land yang hancur berantakan.


Nasib Peter, Empat temannya, Molly, Peti, Slank yang ditawan oleh Black Stache hanay bisa kalian ketahui dengan menyelesaikan buku setebal 492 halaman ini. Tentu saja bisa menjawab pertanyaan bagaimana Peter Pan bisa terbang dan bagaimana Kapten Hook kehilangan tangannya. Bahkan bagaimana pertemuan Tinker Bell dengan Peter Pan pertama kalinya.


Sementara itu di tempat lain, Kapten Hook di atas kapalnya ‘Sea Devil’ sedang bersiap-siap untuk merompak kapal WASP, yang di duga mengangkut sebuah peti yang berisi harta berharga kerajaan Inggris yang akan di kirim ke ‘RUNDOON.’ Jika semua berjalan mulus maka dapat di pastikan Kapten Hook pun akan segera me-nahkodai kapal WASP yang terkenal dengan kecepatannya, Hook memang ingin memiliki kapal itu untuk mengganti ‘Sea Devil.’


Balik lagi ke kapal Neverland. Keanehan terjadi, sebuah peti yang sangat di lindungi kemanannya oleh Black stache menarik perhatian Peter dan Molly. Sebenarnya Molly sudah mengetahui isi peti tersebut, sementara Peter dengan rasa ingin tahu yang tinggi, membawanya melihat sebuah tikus yang data terbang ketika menyentuh peti itu, sesuatu yang sangat tidak masuk di akal Peter. Ia pun makin penasaran ketika melihat Molly sedang berbicara dengan se-ekor Lumba-Lumba. Ketika di desak Peter, Molly tidak dapat lagi menutupi apa sebenarnya isi peti itu, yang tak lain adalah ‘Serbuk Bintang’ yang sangat ajaib.


Molly yang ternyata salah satu anggota penangkap bintang berusaha menyelamatkan peti itu agar tidak jatuh ketangan orang jahat. Dibantu oleh Peter mereka berusaha membuag peti itu kelaut, namun usaha mereka nyaris gagal, karena tanpa di duga, di tengah badai yang tengah berkecamuk Kapten Hook dengan kapal barunya WASP menyerang Neverland. Hook berpikir peti harta karun itu berada di Neverland.


Ternyata peti yang Hook pikir harta karun itu adalah peti yang berisi serbuk bintang, peti yang dengan suksesnya di buang oleh Peter ke laut. Pergulatan seru antara Kru kapal WASP (Sea Devil) dan Kru kapal Neverland tak dapat di hindari. Badai seolah ikut dalam pergulatan itu, dan akhirnya Neverland pun hancur berkeping-keping menghajar karang.


nasib Peter, Molly dan anak-anak yatim lainnya Tentu saja mereka selamat, terdampar di sebuah pulau terpencil, pulau indah yang sepertinya tak berpenghuni. Dan tentu saja cerita di pulau itu menjadi klimaks dari cerita buku ini.

Komentar

  1. Buku ini menceritakan tentang perjalanan Peter Pan dan teman-temannya dalam petualangan menangkap serbuk bintang. Peter Pan merupakan anak dari panti, begitu pula ke empat temannya. Panti mereka bukanlah panti yang memberikan kenyamanan sebagai pengganti orang tua asli. Panti tempat peter dan temannya tinggal, adalah mimpi buruk bagi anak-anak seusianya. Orang-orang pengurus panti merupakan orang yang kasar. Tak jarang mereka mendapatkan tinju dari pengurus panti. Suatu malam mereka dibawa pergi begitu saja. Dalam perjalanannya, peter memandang keluar. Ia terkejut mendapati bahwa tujuan dari perjalanan mereka adalah sebuah tempat yang mengerikan. Tempat ini disebut Neverland, tempat dimana mereka akan tinggal selama 5 minggu, dan juga tempat dimulainya petualangan peter serta teman-temannya.
    Kelebihan dari teks resensi yang ditulis oleh Lavelia Vanya adalah tulisannya yang tidak membuat bosan. Saya sebagai pembaca tidak merasa kantuk ataupun bosan saat membaca. Hingga tak terasa bahwa teks resensi sudah terbaca hingga akhir. Namun, ada beberapa kekurangan dari teks resensi ini.
    Teks resensi ini memiliki beberapa hal yang harus diperbaiki. Dimulai dari yang paling mendasar, penulisan dari teks ini bisa dibilang cukup tidak rapi. Penulisan teks resensi ini tidak memiliki paragraf yang menjorok, sehingga menunjukkan kesan tidak rapi. Penulis juga tidak meggunakan sistem penulisan justify, sehingga tulisan menjadi tidak rapi. Cerita yang di ceritakan juga seakan banyak yang terlewati, sehingga pembaca akan bingung dengan alur cerita dari buku ini. Pemilihan bahasa juga tidak konsisten, terkadang baku, terkadang tidak baku.
    Untuk itu, seharusnya penulis lebih memperhatikan kerapihan dari teks, agar pembaca lebih nyaman saat membaca. Pemilihan bahasa juga harus diperhatikan lagi, agar nuansa dari cerita bisa sampai dengan baik di pembaca. Sebaiknya penulis tidak meresensi satu buku secara keseluruhan, namun beberapa bab saja, supaya tidak banyak cerita yang terlewati. Karena jika begini, pembaca akan lebih mudah memahami isi cerita.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULAN AQEELA KYANDHINI 06