GHAIDA RAIZA AMALIA 11


BOO KELUARLAH

 

Judul Buku: To Kill a Mocking Bird (bab satu)

 

Nama Penulis: Harper Lee

 

Penerbit Buku: Penerbit Qanita 

 

Tahun Terbit Buku: april 2008

 

Tebal halaman: 533 halaman

 

ISBN: 978--979-3269-78-8

 



            Novel karya Harper Lee menceritakan tentang Jem Finch dan tokoh aku yang menceritakan kisah masa lalunya. tangan Jem patah hingga pincang sebelah. menurutnya kecelakaan itu terjadi ketika Dill datang dan menyuruh Boo radley keluar dari rumahnya. tapi menurut adik Jem kecelakaan itu terjadi akibat jendral andrew jackson yang menggiring suku Indian Creek menjauhi sungai, Simon Finch tak akan pernah mendayung ke hulu sungai alabama. ketika berkonsultasi kejadian itu ke ayahnya Atticus, Atticus  mengatakan kami berdua benar.



Sebagai seorang selatan, merupakan aib jika mereka tidak memihak manapun dalam pertempuran Hasting—pertemupuran di Hasting, Inggris tahun 1066 antara Inggris dengan Normandia. yang dimiliki orang selatan hanyalah Simon Finch sorang apoteker dari Cornwall. Simon kesal melihat kaum Metodis ditindas dan diburu oleh kaum Liberal. karena Simon sendiri penganut Metodis. dia berkeliling banyak tempat dengan berpegang teguh ajaran John Weslry yang ajarannya melarabf terlalu banyak berkata-kata dalam jual-beli. dengan profesinya dia menghasilkan banyak uang. dia merasa khawatir akan melakukan hal yang menyalahi kepercayaannya, seperti memakai emas-emasan dan pakaian mewah. simon membeli tiga orang budak untuk digunakan membangun kediaman di tepu singai Alabama beberapa kilometer di atas gereja Stephens. ia kadang pergi kegereja hanya untuk mencari istri. hingga akhirnya ia meninggal dengan meninggalkan banyak harta yang berlmpah.



sesuai adat, kaum lelaki keluarga Finch menetap di rumah yang telah dibangun Simon sambil mencari nafkah dari menanam kapas. Finch Landing salah satu anggota keluarga Finch menghasilkan semua yang diperlukan untuk bertahan hidup kecuali es, gandum, dan pakaian yang didapatkan dari pasokan kapal singai Mobile.

 

Simon membayangkan petengkaran antara bagian Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan amarah dalam dirinya. Pertengkaran itu menyebabkan semua hak dan beberapa harta miliknya terampas, Kecuali tanah. Padahal harta dan hak itu hendak diwariskannya untuk keturunannya. Ada sebuah tradisi disana, dimana warga disana menetap tidak pindah kemana-mana. Tradisi ini sudah ada dan tidak pernah berubah. Semenjak pergantian abad ke-20 saat ayah jem dan scout yaitu atticus finch, pergi berangkat ke Montgomery belajar ilmu hukum dan adik laki-lakinya ke Boston untuk belajar ilmu kedokteran. Saudari mereka, Alexandra, adalah satu-satunya anak anggota keluarga Finch yang menetap di Landing. Dia menikahi seorang laki-laki pendiam yang selalu menghabiskan kebanyakan waktunya berbaring santai di kasur gantung miliknya yang berada di pinggir sungai. Biasanya ia berbaring dengan tangan yang memegang pancingan sambil menduga-duga apakah pancingannya akan berhasil mendapatkan ikan-ikan.

 

Setelah beberapa waktu, Ayahnya Atticus Finch akhirnya berhasil lulus ujian hukum sebagai pengacara. Iya kembali pulang ke Maycom dan memulai mencoba praktiknya. Maycomb County adalah ibu kota Landing yang jauhnya sekitar tiga puluh kilometer disebelah timur. Atticus memiliki kantor di gedung pengadilan yang letaknya di Maycomb yang hanya berisi gantungan topi dan jaket, tempolong, papan dam, dan banyak buku bertumpukan salah satunya adalah buku kitab undang-undang Alabama yang masih bersih belum tersentuh. Suatu saat datanglah dua klien pertama Atticus. Kedua klien ini adalah korban tiang gantungan terakhir di penjara Maycomv County. Setelah berkonsultasi, Atticus menyarankan agar kedua orang itu menerima kenyataan bahwa mereka bersalah dan negara telah memberi mereka keringanan dan kebaikan dalam pembunuhan tingkat dua yang telah dilakukan. Dan fakta bahwa kedua klien itu telah lolos dari hukuman mati, membuat Atticus menyarankan mereka untuk mengaku bersalah. Penghambat Atticus adalah kedua klien ini merupakan anggota keluarga Haverford yaitu keluarga ternama kaya raya, nama yang pantas disamakan dengan orang bodoh di Maycomb. Dijelaskan bahwa mereka membunuh seseorang pandai besi terkemuka dan mahir di Maycomb. Kesalahpahaman tentang kepemilikan seekor kuda , dengan sumbrono melakukannya di depan tiga orang saksi. Klien itu berpikiran bahwa “pandai besi itu layak di bunuh” pembelaan ini merupakan pembelaan terbaik bagi terdakwa dan bagi siapapun. Mereka memaksa dan ngotot bahwa mereka tidak bersalah atas pembunuhan tingkat dua yang terjadi. Alasan itu mendukung bahwa mereka berhak di hukum. Tak banyak yang bisa dilakukan Atticus bagi kliennya karena bukti terlalu kuat. Kliennya pun terpaksa harus menghadiri eksekusi mereka. Inilah yang menjadi awal mula peristiwa mengapa Atticus ayah Jem dan Scout tidak menyukai praktik hukum pidana di Maycom County.

 

Ketika Jem berusia sepuluh tahun dan Scout masih  berusia enam tahun, saat musim panas di rumah ibu Henry Lafayette Dubose yang letaknya dua rumah di sebelah uatara rumah kami, serta rumah Radley, tiga rumah diseleah selatan rumah kami. Ada peraturan yang takpernah kami langgar dan tak pernah tegoda  untuk melanggarnya. Rumah Radley dihuni oleh makhluk tak dikenal, membayangkannya saja sudah sangat menyeramkan hingga membuat bulu kuduk berdiri dan menjaga kelakuan selama berhari-hari. Ditambah ibu Dubose yang menyeramkan.

 

Ketika musim panas itulah,  Dill memasuki kehidupan kami.

 

Pagi-pagi sekali, kami melihat kearah taman belakang rumah dengan pemandangan anjing tua hamil milik tetangga kami. Seseorang datang, tingginya tidak lebih seperti tanaman  sawi. Mereka saling bertegur sapa, memperkenalkan diri satu sama lain. Dill yang asalnya dari Meridian, berlibur menghabiskan waktu bersama bibinya. Ibunya bekerja sebagai fotografer di Meridian. dengan uang yang dihasilkan ibunya, digunakan Dill untuk menonton bioskop dua puluh kali. Dill menceritakan banyak sekali macam-macam film kepada Jem dan Scout seperti film dracula dan yesus di gedung pengadilan. Kedatangan Dill membuat musim panas mereka tidak membosakan. Tetapi semakin hari semakin membosankan. Mulai dari membangun rumah pohon, menonton film dan hal seru lainnya. Dill pun memiliki ide yang menurutnya bagus. Dill memberi ide untuik memaksa Boo Radley keluar.

 

Tempat yang berbahaya, tetapi tetap mempesona dimata Dill. Dia hanya berani mendekatinya sebatas tiang lampu di tikungan dari gerbang Radley. Berdiri sambil memeluk tiang besar. Rumah Redley yang dulunya berwarna putih dengan taman luas berwarna hijau sekarang putih berubah menjadi gelap keabu-abuan. Tamannya menjadi tak terawat ditumbuhi semak-semak dan rumput liar. Kata orang Dirumah itu tinggal seorang jahat. Tapi kami belum pernah melihatnya sedikitpun. Keluar oada malam hari ketika bulan tepat diatas dan mengintip lewat jendela. Kejahatan kecil yang terjadi adalah ulahnya. Ayam dan hewan peliharaan pernah terlihat mati terpotong-potong, banyak orang yang mencurigai itu adalah ulah Radley. Padahal itu ulah Crazy Addie. Orang berwarna tidak akan melewati rumah itu ketika malam-malam melainkan hanya bersiul dari kejauhan.

 

Suatu malam, Radley bermain kebut-kebutan bersama temannya yang lain di alun-alun dengan mobil rusak pinjaman, melawan pedeta tua di Maycomb, dan mengunci Mr. Conner di gedung pengadilan. Ulahnya membuat warga ingin membawa mereka ke pengadilan. Karena kejadian itu Radley sudah tak terlihat lagi setelah lima belas tahun.

 

Tiba suatu hari Boo Radley akhirnya terlihat oleh beberapa orang. Jem mengingat cerita  tetangganya Boo sedang menggunting artikel Macomb Tribune untuk ditempelkan ke klippingnya. Ketika ayahnya memasuki ruangan dan lewat didepan Boo, Boo menusukkan guntingnya pada kaki ayahnya. Mencabut dan mengelap gunting dengan noda darah ke celananya. Melanjutkan aktivitasnya seolah tidak ada yang terjadi. Ayahnya teriak sangat kencang, dan mengatakan bahwa anaknya membantai mereka semua. Ketika dilihat Boo sedang duduk tenang di ruang tamu. Saat itu Boo Ridley berusia tiga puluh tahun. Dalam sejarah tidak pernah ada anggota Radley yang pernah masuk ke rumah sakit jiwa. Boo tidak gila, dia hanya kadang tidak bisa menjaga kelakuan. Ayahnya memutuskan bahwa anaknya boleh dikurung, tapi tidak boleh dituntut karena menurutnya dia bukan kriminal. Sherrif tak tega mengurung dengan orang negro. Dewan tidak setuju menerima Boo. Menurut Jem ayah Boo mengurungnya merantainya ditempat tidur, tapi menurut ayahnya bukan seperti itu.

 

Ayah Boo sudah tua, dia sakit-sakitan sehingga dokter sering datang dan melakukan pengecekan kesehatan. Banyak tetangga yang mengira jika Mr. Radley meninggal Boo akan keluar rumah. Ternyata posisi ayahnya digantikan oleh kakak Boo. Semakin banyak kita bercerita tentang Boo, Dill semakin tertarik dan pelukannya di tiang semakin kencang. Dill selalu menanyakn pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa kita jawab.

 

Dill bertanya Boo terlihat seperti apa. Jem menjelaskan tingginya dua meter (dilihat dari jejaknya), dia memakan tupai dan kucing yang biasa ditangkapnya mentah-mentah, ada luka panjang bergigi melintasi wajahnya , giginya berwana kuning dan busuk, matanya menonjol, dan air liurnya menetes hampir sepanjang waktu. Seketika Dill berkata “ayo kita coba panggil dia keluar” jem mereasa sedikit takut untuk menyuruh Boo keluar dari rumahnya. Dill sedikit mengejek Jem karena Jem takut.

 

Jem ingin Dill tahu pasti bahwa dia tidak takut pada apapun. Jem berkata dia tidak tau pasti bagaimana cara agar Boo Radley bisa dan mau keluar dari rumahnya. Membuat Boo keluar tanpa menangkapnya adalah hal yang terasa mustahil. Selain itu Jem juga harus memikirkan keselamatan adik-adiknya. Dill berkata kepada Jem bahwa warga Meredian bukanlah orang yang penakut. Dill juga menganggap bahwa warga Meredian tidak sepenakut warga Maycomb (dengan nada yang mengejek). Kata-kata itu membuat Jem menjadi lebih percaya diri. Itu sudah cukup membuat jem Finch melangkah ketikungan , lalu berhenti dan bersandar pada tiang lampu, melmandangi gerbang. “kuharap kau tau bahwa dia akan membunuh kita Dill. Jangan salahkan aku juga dia mencongkel matamu.”

 

Jem membuka gerbang dan berlari ke samping rumah, menepuk dengan telapak tangan dan berlari tidak menunggu dan melihat apakah serangan yang dilakukannya berhasil. Setelah merasa aman kami istirahat sambil terengah-engah kehabisan nafas. Melihat ke arah rumah itu, ternyata masih sama. Tidak ada pergerakan didalamnya dan masih terlihat sama, reyot dan sakit. Menatapi rumah itu sedikit lebih lama lagi. Jem dan Dill merasa melihat pergerakan. Daun-daun dekat jendela mulai bergerak. Klik, gerakan kecil, hampir tak terlihat dan langsung kembali sunyi.

 

 

 


Komentar

  1. AZZAHRA RAMADHANI ATTAMIMI - 05

    Buku "To Kill a Mockingbird" ini merupakan sebuah buku yang berisikan tentang pengamatan sang penulis terhadap keluarganya, tetangga-tetangganya, dan juga kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya pada tahun 1936, saat penulis masih berumur 10 tahun.

    Teks novel di atas yang dituliskan oleh Raiza ini memiliki kelebihan berupa teks yang mudah dibayangkan oleh pembacanya, sehingga pembaca seakan ikut masuk ke dalam cerita yang dituliskan oleh Raiza ini.

    Namun tentunya ada kekurangan yang terdapat di teks tersebut, yaitu Raiza belum menggunakan huruf kapital di awalan kalimat setelah tanda titik. Dan juga masih ada beberapa keselahan kata yang membuat pembaca bingung maksud dari kata yang dia tuliskan itu apa.

    Dengan demikian, sangat disarankan kepada Raiza untuk lebih hati-hati dalam menuliskan kata-katanya. Perlu diperiksa lagi apakah kata-katanya sudah benar dan enak dibaca.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULAN AQEELA KYANDHINI 06