FARICHA NURUL IZZA 08

         




 Wol dan Air


Judul Buku : Alice Through the Looking Glass


Nama Penulis : Lewis Carroll


Penerbit Buku : PT Gramedia Pustaka Utama


Tahun Terbit Buku : 2016


Tebal Halaman : 163 halaman


ISBN : 978-602-03-2505-7


Alice through the looking glass adalah sebuah cerita anak klasik yang ditulis oleh Lewis Carroll pada tahun 1871. Alice through the looking glass merupakan sekuel dari buku pertamanya yaitu Alice’s Adventure in Wonderland. Sama seperti buku-buku karya Lewis Carroll sebelumnya, Alice through the looking glass yang bergenre fantasi dan petualangan ini memiliki banyak sekali puisi, lagu-lagu dari tokoh dalam novel dan permainan kata dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan pada bahasa Indonesia sehingga sangat cocok untuk dibaca anak-anak maupun orang dewasa. Meskipun terkadang topik percakapan antara Alice dan para tokoh lain terdengar aneh, setiap detail percakapannya disuguhkan dengan cara yang unik, menarik, dan jenaka.


Banyak sekali petualangan yang disuguhkan dalam buku Alice Through the Looking Glass ini. Terdapat pengalaman unik yang dialami oleh Alice dan tokoh-tokoh yang berada di dunia balik cermin setiap babnya. Tujuan utama Alice ketika masuk ke dunia balik cermin adalah untuk menjadi ratu, seperti yang ditawarkan oleh Ratu Merah. Syaratnya hanya satu, yaitu menuju ke petak kedelapan. Namun untuk menuju petak kedelapan, terdapat banyak petualangan yang harus ditempuh Alice dengan bertemu para tokoh dunia balik cermin seperti Tweedledum dan Tweedledee, Humpty Dumpty, Raja Putih, Kesatria Merah, Kesatria Putih, Ratu Merah, dan Ratu Putih.


Bab 5 menceritakan pertemuan Alice dengan Ratu Putih yang kesusahan untuk memasang syalnya. Namun dari syal, terdapat sebuah pelajaran berharga. Sang Ratu rupanya memiliki ingatan terhadap masa lalu dan masa depan, berbeda seperti Alice yang seorang anak-anak biasa 

 

   "Contohnya adalah jarum yang akan menusuk jariku sebentar lagi, aku harus menyingkirkannya." Ujar Ratu Putih yang menyingkirkan jarum pada syalnya untuk mengantisipasi hal-hal yang akan menyakitinya di masa depan. 


Alice hanya memiliki ingatan terhadap masa lalu, masa depan adalah sebuah misteri. Namun dari masa lalu, kita dapat belajar untuk menjadi lebih baik dan masa depan adalah hasil serta konsekuensi dari keputusan-keputusan yang kita ambil dari masa sekarang. Kita harus mempertimbangkan keputusan dengan matang agar hal-hal buruk tidak terjadi pada kita di masa depan. Sang Ratu memberi nasehat pada Alice untuk percaya terhadap semua kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan, karena melakukan hal itu membutuhkan proses yang lama sementara Ratu Putih sendiri sudah berusia 101 tahun. 


Alice adalah anak yang sangat cerdas dengan mengedepankan sopan santun sehingga tokoh-tokoh yang ditemuinya tidak merasa ketakutan karena Alice terlihat asing. Alice berhasil membantu Ratu Putih untuk memasang syalnya yang awalnya sangat berantakan dengan peniti yang terletak tidak beraturan, menjadi sangat rapi. Alice juga dengan baik membenarkan rambut Ratu Putih yang juga berantakan saat itu. Namun setelah Alice membantu Ratu Putih, tiba-tiba dia berada dalam sebuah toko kecil yang dijaga oleh seorang kambing yang sedang merajut. Alice tidak dapat mempercayai penglihatannya, rasanya seperti dia telah dipindahkan tiba-tiba ke toko tersebut dalam sekejap mata. 


Barang-barang yang terdapat di dalam toko tersebut seakan-akan dapat bergerak karena setiap Alice hendak mengambil barang dan berkedip, seluruh barang tersebut berpindah ke sisi rak yang lain. Kambing tersebut bertanya Alice hendak membeli apa, namun sepertinya Alice nampak bingung sehingga kambing yang dari tadi sibuk menjaga toko sambil menjahit benang wol memutuskan untuk mengajak Alice menaiki perahu dan menangkap beberapa bunga dan kepiting.


Setelah menaiki perahu, Alice akhirnya memiliki keputusan terkait barang apa yang akan dibeli dari kambing tersebut. Alice memutuskan untuk membeli sebuah telur. Namun kambing tersebut tidak ingin memberikan barang kepada pelanggan dari tangannya, pelanggan harus mengambil barang yang dibeli sendiri.


“Aku tidak pernah mengotori tanganku dengan mengambilkan barang untuk pelanggan, sebaiknya kamu ambil sendiri.” Ujar Kambing yang melanjutkan rajutannya yang terjeda karena Alice datang.


 Alice memutuskan untuk mengambil sebuah telur, namun telur tersebut makin lama makin menjauh. Kursi yang Alice naiki untuk menjangkau telur itu juga memanjang dan berubah menjadi pohon yang memiliki cabang-cabang. Tak disangka-sangka Alice keluar dari toko tersebut dan mengenali telur yang dibeli sebagai Humpty Dumpty. Alice terkejut saat menemui Humpty Dumpty sehingga dia berteriak “Dia benar-benar terlihat seperti telur!”. Humpty Dumpty yang mendengar ucapan itu merasa tersinggung, meskipun dia memang bulat dan besar, dia enggan dibilang mirip seperti telur. Humpty Dumpty awalnya tidak mengenal Alice sebelum dia memperkenalkan diri, alasannya adalah karena semua wajah manusia itu sama. Dua mata, satu hidung di tengah, dan bibir di bawahnya, Humpty Dumpty mengusulkan Alice untuk memiliki wajah yang berbeda namun Alice menolak karena dia beranggapan bahwa susunan wajah seperti itu akan tampak mengerikan. 


Alice memuji sabuk yang dimiliki oleh Humpty Dumpty yang ternyata merupakan sebuah dasi. Alice tidak mengerti perbedaan antara pinggul dan leher karena Humpty Dumpty memang begitu bulat layaknya telur yang memiliki mata, hidung, mulut, tangan, dan kaki. Humpty Dumpty merasa tersinggung karena Alice tidak mengetahui anggota tubuh Humpty Dumpty yang benar. Humpty Dumpty berkata bahwa dasi tersebut merupakan hadiah dari Raja dan Ratu Putih untuk ‘hari bukan ulang tahunnya’. Humpty Dumpty bertanya merengek mengenai berapa ulang tahun yang Alice miliki karena Alice berkata dia lebih suka kado untuk hari ulang tahun, Humpty Dumpty beranggapan bahwa hadiah ‘hari bukan ulang tahun’ yang diberikan Raja dan Ratu Putih jauh lebih spesial dari apapun. 


“Aku hanya punya 1 hari untuk ulang tahunku.” Jawab Alice.


“Ada berapa hari dalam 1 tahun?” Tanya Humpty Dumpty penasaran karena perbedaan pendapat mereka. 


Alice terkekeh, menyerahkan buku berisi perhitungan hari ulang tahun yang dia miliki dengan jumlah hari dalam 1 tahun. “Ada 365 hari dalam satu tahun dan hari ulang tahunku hanya ada 1. Maka dari itu aku lebih suka hadiah ulang tahun.” Humpty Dumpty pun hanya bisa mengangguk-angguk mengerti. 


 Humpty Dumpty yang berada di atas dinding besar pun berbincang-bincang dengan Alice mengenai lagu anak-anak yang dibuat tentangnya. Humpty Dumpty bercerita bahwa kalau memang dia jatuh seperti yang dikatakan dalam lagu, raja sudah berjanji untuk membawa pasukan dan kudanya untuk mengangkat Humpty Dumpty kembali ke atas tembok tempat dia biasanya duduk. Alice dan Humpty Dumpty banyak berbincang mengenai diri mereka, lagu-lagu, dan puisi yang mereka tahu. Humpty Dumpty ternyata banyak mengetahui tentang puisi dan hafal beberapa. Alice menanyakan tentang arti puisi berjudul Jabberwocky dan Humpty Dumpty menjelaskan seluruh arti kata dalam puisi yang diberikan Alice. 


 Setelah perbincangan mengenai puisi, Alice dibantu memanjat dinding yang Humpty Dumpty duduki untuk melanjutkan petualangannya menuju petak kedelapan agar dapat menjadi ratu seperti Ratu Merah dan Ratu Putih di dunia balik cermin. Setelah dibantu untuk memanjat dinding, Alice akhirnya berpamitan dan segera pergi ke tempat lain yang harus dilewati juga. Tempat mana yang akan dilewati Alice dan siapa yang akan dia temui? Baca kelanjutannya pada buku Alice Through The Looking Glass yang dapat anda beli di toko buku kesayangan anda. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULAN AQEELA KYANDHINI 06