ANISA CANDRA HANDANYANI 03

 

Judul                         :  Take the Stairs pecundang, NO WAY!

Chapter                     : 1, 4

Nama Penulis             : Karen Krossing

Penerbit Buku             : Penerbit Kanisius

Tahun Terbit Buku      : 2006

Tebal Halaman            : 294 halaman

ISBN                            : 979-21-1344-4






               Buku ini menceritakan tentang para remaja yang berusaha menakhlukan semua masalah dan berbagai tantangan dalam hidup yang sedang dialaminya.

              Chapter 1 menceritakan tentang permasalahan tokoh Bernama petra yang mana diusia yang masih muda ia harus menghadapi sosok ayah kandungnya sendiri yang sangat kejam dan jahat pada keluarganya terutama pada ibunya. Ayahnya yang kerjanya setiap hari mabuk, meminum minuman keras dan memukuli ibunya menjadikan kehidupan petra suram dan gelap gulita. Bukan hanya ibunya, sejak petra beranjak dewasa ayahnya berubah mangsa, petra pun juga ikut dipukuli, namun dia tidak bisa melakukan apa-apa karena dia lemah dan tidak bisa melawan ayahnya ataupun membantu ibunya, sejak saat itu dia merasa hidupnya hancur dan tidak memiliki masa depan, waktu yang seharusnya dia habiskan bermain dan bersenang-senang dengan teman-teman justru menjadi waktu yang sangat tidak mengenakkan baginya. Baginya Ayahnya merupakan sosok yang sangat ia benci dan takuti.

               Suatu saat dia sedang bermain dengan teman-teman sepantarannya, ada Tony, Jennifer, David, Flynn, dan magda (si cantik dan anggun), mereka bermain petak umpet, yang mana tony yang harus mencari dan teman-temannya yang bersembunyi termasuk petra, satu persatu temannya mulai ketahuan karena bersembunyi di tempat yang kurang tertutup, ada juga yang ketahuan karena grusuk-grusuk yang menyebabkan tony mengetahui terdapat orang disana, setelah semua temannya ketahuan satu persatu ternyata tinggal satu orang yang belum ketahuan dari tadi, yaitu petra, petra ini memang hebat kalau masalah sembunyi, ia bisa menemukan tempat yang mungkin tidak didatangi oleh teman-temannya, ia juga bisa bertahan lama ditempat persembunyiannya, namun tiba-tiba saat sedang bersembunyi ia teringat sosok ayahnya yang kejam dan jahat, ia terus memikirkan mengapa ayah kandungnya sendiri itu selalu memukuli ibunya dan dirinya terus menerus,  entah apa kesalahannya hingga ayahnya begitu kejam padanya, tanpa ia sadari saat ia memikirkan tentang ayahnya yang kejam itu, tubuhnya jadi membatu dan tidak bisa bergerak, hingga tiba-tiba ia mendengar sosok yang sangat ia takuti itu menghampiri teman-temannya yang masih sibuk mencarinya, ayah petra menanyakan tentang keberadaan anaknya itu kepada teman-temannya dengan muka marah dan mengatakan  “ untuk menyemangati permainan, aku akan memberikan uang sebanyak 20 dollar kepada kalian, jika kalian berhasil menemukan petra dan membawanya ke apartemen”, mendengar kata 20 dollar, mereka serentak menjadi semangat dan cepet-cepetan untuk mencari petra, petra serentak langsung bersuara karena sangking kagetnya, sehingga teman-temannya langsung bisa menemukannya yang sedang bersembunyi di balik pohon besar dan semak-semak, teman-temannya mengangkatnya menuju ayahnya, rasa panik dan ketakutan yang dirasakan petra begitu besar sehingga dia langsung mengerahkan semua tenaganya untuk melepaskan diri dari pegangan teman-temannya itu, setelah terlepas, ia langsung berlari kearah jalan besar dan menuju ke bawah tanah, setelah itu ia binggung harus kemana, karena kalau dia pulang, tentunya ayahnya akan menghajarnya karena kabur dan tidak Kembali kerumah, sehingga dia masuk kesebuah rongsokan mobil dan beristirahat di dalam mobil itu secara diam-diam.

                Karena berhasil kabur, ia tetap memikirkan apakah teman-temannya tetap akan mencarinya dan akan lebih waspada agar tidak lagi ketahuan dari tempat persembunyiannya. Namun dalam waktu yang sama dia juga binggung mengapa hidupnya seperti ini, mengapa dia harus terus bersembunyi ketakutan hanya karena sosok ayahnya itu, ia merasa dia tidak boleh seperti ini terus, ia harus menemukan jalan keluar dari semua penderitaan ini, setelah berpikir Panjang, dia akhirnya menemukan jawaban bahwa dia harus mencari jalan keluar (ketempat tanpa kehadiran ayahnya). Saat ia berhasil menaiki truk yang sedang berjalan, ia sempat melihat teman-temannya dipinggir jalan, Namun dia tau kalau dia menyapa teman-temannya ada risiko dia akan ketahuan, makanya dia hanya menundukkan kepala dan diam saja, hingga diujung jalan dia baru melambaikan tangan kepada teman-temannya. Meskipun tak tau arah dan tujuan ia tetap memutuskan untuk pergi dari rumah dan menjauh dari ayahnya itu meskipun ia harus meninggalkan ibunya dengan ayahnya yang kejam.

                 Chapter ke-4 dari buku ini menceritakan mengenai seorang remaja Wanita Bernama magda yang dari awal memang digambarkan memiliki wajah yang sangat cantik namun perilakunya juga sangat anggun, seperti idaman para lelaki di seluruh penjuru dunia. Namun masalahnya dimulai saat magda menemui seorang laki-laki Bernama Mark dan menjadi kekasihnya disaat mereka masih sekolah (SMA) dan berumur 17 tahun. Namanya juga masa remaja yang memiliki nafsu yang tinggi, membuat mereka berdua (magda dan mark) melakukan kesalahan yang sangat besar, nafsu yang tidak dikendalikan oleh keduanya membuat magda hamil diluar nikah. Hal itu pastinya membuat mereka binggung dan tidak tau apa yang harus mereka lakukan, apakah memberitahu ibu dan apakah mereka tidak bisa melanjutkan sekolah lagi. Padahal, Magda dan Mark sama-sama memiliki cita yang tinggi dan sudah membuat plan dari jauh hari tentang apa yang akan mereka lakukan dimasa mendatang mulai dari belajar, nilai berapa yang harus mereka dapat saat ujian sekolah, mau masuk universitas apa setelah lulus bahkan akan bekerja dimana mereka setelah lulus kuliah sudah ada dalam plan mereka sejak SMA. Namun, kesalahan besar yang telah mereka lakukan justru membuat seluruh plan mereka itu seperti menghilang dan menjadi tidak tau arah, sehingga mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Awalnya magda ingin mempertahankan bayi yang ada dikandungannya karena ia sebetulnya ingin melihat sosok bayi kecil yang dikandungnya sekarang, Sedangkan mark sebenarnya juga ingin melihat dan mempertahankan bayi itu, namun karena ambisi untuk menggapai masa depan lebih besar, membuat mark tidak mau mempertahankan bayi itu dan selalu menyuruh magda untuk menggugurkan bayi itu saja. Meskipun magda awalnya tidak mau, namun karena dorongan dari banyak hal mulai dari mark yang terus-terusan memaksanya, lalu melihat plan yang ia sudah susun sejak dulu membuat magda goyah dan memutuskan untuk menggugurkan bayi yang ada di kandungannya. Bagi mereka masa depan mereka lebih penting daripada seorang bayi yang mugkin akan menjadi penghalang bagi masa depan mereka.

                   Setelah bayi itu digugurkan, magda masih merasa sangat bersalah kepada bayi itu, namun ia percaya bahwa bayi itu pasti sudah ditempat yang lebih baik daripada jika nanti dia dilahirkan, meskipun begitu perempuan mana yang tidak sedih jika bayinya telah tiada, air mata magda berjatuhan terus-menerus tanpa henti, mark yang menyaksikan magda menangis itu tidak memberikan respon apa-apa, namun tiba-tiba mark mengeluarkan secarik kertas dan memberikannya kepada magda. Ternyata isi dari kertas tersebut adalah puisi yang dibuat sendiri oleh mark.

                 Puisi tersebut ternyata memiliki makna yang intinya semua permasalahan sudah hilang dan lenyap dan tidak ada yang perlu disesali dan ditangisi. Karena bayi itu sudah hilang berarti masalah mereka seharusnya sudah tidak ada lagi, namun magda yang mendengar perkataan mark barusan justru menjadi kesal dan marah, karena maksud dari perkataan mark itu bertujuan untuk melupakan semuanya yang berkaitan dengan bayi itu seperti bayi itu tidak pernah datang didunia, baginya bayi itu tidak bisa terlupakan dan tidak bisa menolak perasaan sedih akibat kehilangan bayinya. Magda pun terus menangis karena memikirkan bayi itu. 

              Setelah beberapa hari yang menyedihkan, magda dan mark akhirnya akan segera mengabulkan salah satu impian mereka untuk belajar sekaligus berlibur Bersama di London, inggris. Impian itu sudah mereka rencanakan sejak lama dan akhirnya tercapai, belajar ke negara yang mereka impikan hanya berdua, karena memang dari dulu mereka sangat ambis dan paling memikirkan masa depan mereka berdua. Mereka sudah mengenggam tiket yang mereka impikan sambil menunggu pesawat datang, namun tiba-tiba mark mengatakan sesuatu yang sangat sensitive sehingga membuat magda merasa marah dan kesal hanya karena satu kata yang dia ucapkan, yaitu mengenai bayi. Mendengar kata itu, magda yang kemarin sudah sangat berusaha melupakan bayi itu, jadi teringat Kembali dan membuat magda kesal dan sedih, menurutnya, mark sangat menyepelekan permasalahan mengenai bayi itu dan tidak merasakan sakit dan sedih yang dirasakan magda, hal itu membuat magda merasa kecewa terhadap mark dan merasa bahwa ia tidak bisa hidup Bersama mark lagi. Magda akhirnya memutuskan untuk tidak jadi berangkat ke London dengan mark, keadaan itu membuat mark merasa binggung dan takut, karena tidak mungkin dia harus membatalkan keberangkatannya ke London seperti magda, namun jika dia tetap berangkat, maka dia akan sendirian, didetik itu mark merasa sangat gelisah, namun ternyata mark tetap mengutamakan impiannya dan lanjut berangkat ke London dengan hatinya yang sangat gelisah. Menurut magda keputusannya untuk membiarkan mark pergi sendiri adalah keputusan yang bijak, hal itu agar mark mendapat pelajaran dari apa yang telah ia lakukan. Magda berjalan berbalikan arah dari mark dengan tegas dan percaya diri (terlihat keputusannya sudah benar-benar bulat), sejak saat itu kehidupan mereka terpisahkan oleh sebuah benua dan sepertinya tidak akan bertemu dalam jangka waktu yang lama. Mereka sudah memiliki jalan hidup masing-masing yang selama ini tidak sama sekali terpikirkan oleh mereka berdua, mark yang tetap fokus dengan impiannya dan magda yang memikirkan kehidupannya kedepan dinegara asalnya.

               Dari kedua cerita dan perjalanan para remaja khususnya petra dan magda, terdapat pelajaran dari masing-masing kisah. Petra yang sangat takut dengan ayahnya sendiri, namun dia tidak ingin menghindar dan bersembunyi terus-menerus sepanjang hidupnya, sehingga akhirnya dia menemukan jalan keluar dari permasalahan hidupnya yaitu dengan menjauh dari ayahnya dalam artian pergi dari rumah, hal itu memberikan saya pelajaran bahwa setiap ada masalah dalam hidup harus dihadapi dan berfokus pada mencari jalan keluar, bukan hanya fokus menghindari masalah tersebut. Lalu terdapat kisah magda dengan kekasihnya yang sejak dahulu memiliki rencana menggapai cita-cita Bersama, namun takdir mengatakan sebaliknya, mereka harus terpisah dan menjalani kehidupan masing-masing. Kisah magda dan mark ini memberikan pesan kepada saya bahwa jika memang sudah fokus dalam menggapai cita-cita, maka harus fokus pada satu itu saja, karena jika melakukan kesalahan apalagi fatal, maka masa depan yang sudah  direncanakan bahkan sejak dahulu, akan menjauh dari kita.

Komentar

  1. Nabilah Qothrunnada/16
    Ringkasan dari novel yang berjudul Take the Stairs pecundang, NO WAY! Ini bercerita tentang 2 bab sekaligus di dalam nya, bab 1 dan bab 4. Dimana bab 1 berisi tentang tokoh bernama Petra yang berjuang untuk tetap melanjutkan hidup meskipun ayah nya sangat kejam. Ayah Petra yang pemabuk membuat nya tempramen dan sering memukuli ibu Petra. Namun semenjak Petra beranjak dewasa, ia pun kerap di pukuli oleh ayahnya itu. Berlanjut kek bab 4 yang bercerita tentang Magda si gadis cantik nan anggun yang mengatasi masalah hidupnya yaitu hamil di luar nikah. Bab 4 ini mengisahkan bagaimana Magda yang akhirnya menggugurkan bayi nya karena di desak oleh pacarnya, Mark. Tetapi Magda selalu sedih dan memikirkan bayi itu. Sampai lah dimana ia sudah melupakan bayi nya dan ingin berangkat ke London bersama Mark, Mark justru mengingatkan kembali tentang bayi mereka. Perkataan itu membuat Magda membatalkan keberangkatan nya dan membiarkan Mark pergi sendiri untuk menyesali perbuatan nya.
    Kelebihan dari ringkasan ini menggunakan bahasa yang mudah di pahami. Sehingga pembaca dapat merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita. Pembaca dapat memahami cerita secara keseluruhan. Kesederhanaan bahasa membuat pembaca tidak perlu berfikir saat membaca dan tidak mudah bosan. Gaya bahasa yang di pakai juga cocok bgi pembaca seumuran nya, remaja. Kelebihan ringkasan ini juga tertulis pada pargraf terakhir. Penulis menuliskan simpulan dari apa yang di ringkasnya.
    Kekurangan dari ringkasan ini adalah tanda baca yang kurang pas. Dimana ada beberapa kalimat yang memiliki tanda koma yang terlalu banyak sehingga membuat bingung pembacanya. Ada juga beberapa kata yang menggunakan huruf besar pada awal kata namun tidak seharusnya. Selain itu, kata sekolah (SMA) terbilang tidak tepat. Terlihat juga ada beberapa kata yang salah penulisan atau huruf yang rangkap.
    Perbaikan untuk kekurangan pada paragraf sebelum nya bisa dengan meningkatkan ketelitian dalam menulis. Dimana penulis dapat lebih berhati-hati dalam menulis. Penulis juga dapat memenggal menjadi beberapa kata agar tidak terlalu banyak tanda koma. Untuk perbaikan sekolah (SMA) dapat diubah menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA).

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULAN AQEELA KYANDHINI 06